PROGRAM KERJA
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
(OSIS )
SMA Ya BAKII 1 KESUGIHAN CILACAP
PERIODE 2025 – 2026
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)
SMA Ya BAKII 1 KESUGIHAN CILACAP
Jl. Kebon Salak Kesugihan
KATA PENGANTAR
Siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk
memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan. Intra berarti terletak di
dalam dan di antara. Dengan demikian, OSIS adalah organisasi siswa yang ada di
dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan Sekolah adalah satuan
pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar. Dalam hal ini,
sekolah dasar dan sekolah menengah atau sekolah yang sederajat
OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di
sekolah, bersama dengan jalur pembinaan yang lain, untuk mendukung tercapainya
pembinaan kesiswaan. OSIS menjadi wadah organisasi bagi para siswa dalam
melakukan kegiatan bersama, bertukar ilmu, bertukar pikiran, dan mengeluarkan
pendapat untuk mencapai tujuan dan cita-cita Bersama
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa di seluruh
Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, dalam beberapa tahun ke depan Kemendikbud
akan mendorong hadirnya ribuan Sekolah Penggerak yang mampu mendemonstrasikan
kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terutam
dari kepala sekolah beserta guru di dalamnya.
Sekolah-sekolah ini akan menjadi penggerak untuk meningkatkan kualitas hasil
belajar siswa. Bersama dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan,
komunitas merupakan bagian penting dari tercapainya pendidikan yang unggul. Di
sinilah tempat kita sebagai siswa untuk mendukung program tersebut. Komunitas
di Indonesia biasanya terdiri atas orang tua, tokoh masyarakat dan adat,
organisasi, cendekiawan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk
mewujudkan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa Indonesia, semua pemangku
kepentingan bersama Kemendikbud perlu berkomitmen untuk bergotong-royong
menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran. Inovasi ini harus relevan dan
berdampak untuk mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kualitas belajar bagi
sebanyak-banyaknya siswa di Indonesia. Dengan adanya keterlibatan siswa,
sekolah penggerak dapat menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi.
Tidak hanya bagi guru dan kepala sekolah lainnya, tetapi juga bagi seluruh
siswa. Semua berpartisipasi
dalam berbagai kegiatan, seperti program literasi dan kegiatan lainnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim . Tidak
lupa kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan generasi emas
bangsa Indonesia yang memiliki nilai utama religius, nasionalis, mandiri,
gotong-royong, dan integritas, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional
Kesugihan,
15 Oktober 2025
Pembina OSIS
SMA Ya BAKII 1
Kesugihan
SUKRINIAM,S.Ag.,M.Pd
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tujuan
nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar
1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial, dan secara operasional diatur melalui
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di
dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia
seutuhnya
dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan
bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara
ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk
meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan
keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal
semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia
pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung
jawab atas pembangunan bangsa. Mengingat
tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam
Pembukaan
Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara amat
luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang
merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya
mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui
kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
B. TUJUAN
1. Meningkatkan generasi penerus yang beriman
dan bertaqwa
2. Memahami, menghargai lingkungan hidup dan
nilai-nilai moral dalam mengambil keputusan yang tepat
3. Membangun landasan kepribadian yang kuat
dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa
4.
Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa
cinta tanah air dalam era globalisasi
5. Memperdalam sikap sportif, jujur,
disiplin, bertanggung jawab, dan kerja sama secara mandiri, berpikir logis dan
demokratis
6. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
serta menghargai karya artistik, budaya dan intelektual
7. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
memantapkan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegar
BAB II
ISI
A. SEJARAH OSIS
OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah)
merupakan sebuah organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia
yang dimulai dari jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah
Menengah Atas) yang dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi
pengurus OSIS, dan dalam pelaksanaannya dibimbing oleh seorang pembimbing dari
guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Sebelum
lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi
yang berbagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk
bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang
dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk
dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada
yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa
tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya
proses belajar mengajar.
Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka
timbullah loyalitas ganda, di satu pihak harus melaksanakan peraturan yang
dibuat Kepala Sekolah, sedang di pihak lain harus tunduk kepada organisasi
siswa yang dikendalikan di luar sekolah. Dapat dibayangkan berapa banyak macam
organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak
mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
organisasi di luar sekolah.
Itu
sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi
siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari
bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing,
setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader
penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal
keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme,
idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.
Oleh karena itu pembangunan wadah pembinaan
generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa
Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara terarah dan teratur. Betapa besar
perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka
ditetapkan OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional.
Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalur Pembinaan Kesiswaan”, yaitu:
1. Organisasi Kesiswaan
2. Latihan Kepemimpinan
3. Kegiatan Ekstrakurikuler
4. Kegiatan Wawasan Wiyatamandala
Dengan
dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS
dibentuk dengan tujuan pokok : Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas,
serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam
pengaruh negatif dari luar sekolah. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kesatuan
dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk
mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar
mengajar. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan
pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir,
wawasan, dan pengambilan keputusan.
B. PENGERTIAN
1. Secara Semantis Di dalam Surat Keputusan
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992
disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS.OSIS adalah
Organisasi Siswa Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian:
Organisasi, secara umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan
untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai
satuan atau kelompok kerja sama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai
tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan; Siswa, adalah
peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah; Intra, berarti
terletak di dalam dan di antara. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di
dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan; Sekolah, adalah satuan
pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal
ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat.
2. Secara Organis OSIS adalah satu-satunya
wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah
wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai
hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi
bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
3. Secara
Fungsional Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, khususnya di
bidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian
OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, disamping
ketiga jalur yang lain yaitu: latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan
wawasan Wiyatamandala.
4.
Secara
Sistemik Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai
tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama. Dalam hal ini OSIS
dipandang sebagai suatu sistem, di mana sekumpulan para siswa mengadakan
koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan.
Oleh karena OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok, yaitu: a.
Berorientasi pada tujuan b. Memiliki susunan kehidupan berkelompok c. Memiliki
sejumlah peranan d. Terkoordinasi e. Berkelanjutan dalam waktu tertentu
C. STRUKTUR
ORGANISASI
Untuk mengatur alur
“transportasi” komunikasi organisasi maka membutuhkan, miniatur organisasi. Yang
selanjutnya terkenal dengan nama structure organisasi atau
bagan.
Adapun bentuk-bentuk
struktur terdiri dari, yaitu :
a.
Recta norma
compages atau Struktur berbentuk lini/garis,
b.
Staff
recta norma compages atau Struktur berbentuk Lini dan Staff,
c.
Eget
norma compages Struktur berbentuk fungsi,
d.
Norma
compages Committee atau Struktur berbentuk Komite, dan
e.
Matrix
norma compages atau Struktur berbentuk matriks
1.
Ketua
OSIS
Ketua OSIS
berfungsi sebagai pemimpin dalam organisasi serta bertanggung jawab pada semua
yang terjadi di dalam organisasi. Adapun rincian tugas Ketua
OSIS, sebagai berikut:
a.
Memimpin
organisasi dengan baik dan bijaksana.
b.
Mengoordinasikan
antar pengurus dan mengevaluasi setiap kegiatan pengurus.
c.
Bijaksana
dalam mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat.
d. Memimpin rapat.
e.
Menyusun
program kerja, melaksanakan kegiatan yang sudah ada serta
mengoordinasi kegiatan ekstrakurikuler.
f.
Menjalin
komunikasi dengan sekolah lain.
g.
Bertanggung
jawab kepada Pembina OSIS.
2.
Wakil
Ketua OSIS
Wakil Ketua
OSIS berfungsi sebagai pendamping Ketua OSIS dalam memimpin organisasi. Adapun
rincian tugas Wakil Ketua OSIS, sebagai berikut:
a.
Bersama
dengan Ketua OSIS dan membantu dalam menjalankan tugasnya.
b. Memberi saran dan masukan kepada Ketua OSIS dalam
mengambil keputusan.
c.
Menggantikan
Ketua OSIS jika berhalangan hadir.
d. Bersama dengan setiap Ketua Seksi untuk
mengoordinasi tiap sekbidnya.
e.
Bertanggung
jawab pada Ketua OSIS
3.
Sekretaris
I
Dalam
struktur organisasi OSIS, Sekretaris I berfungsi sebagai pendamping Ketua OSIS
dalam administrasi agenda kegiatan organisasi. Adapun
rincian tugas Sekretaris I, sebagai berikut:
a.
Memberi
saran dan masukan kepada Ketua OSIS dalam mengambil keputusan.
b.
Mendampingi
Ketua OSIS dalam setiap rapat.
c.
Menyiapkan,
mendistribusikan, dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan
agenda kegiatan.
d. Menyiapkan agenda, evaluasi kegiatan, hasil rapat,
laporan, dan surat.
e.
Bersama
Ketua OSIS menandatangani setiap surat.
f.
Bertanggung
jawab atas tertib administrasi organisasi.
g.
Bertindak
sebagai notulis atau bisa juga diserahkan kepada wakil sekretaris (sekretaris
II).
h. Membantu Ketua OSIS dalam menyusun program dan
melaksanakannya.
i.
Bertanggung
jawab terhadap Ketua OSIS.
4.
Sekretaris
II
Dalam
struktur organisasi OSIS, Sekretaris II berfungsi sebagai yang meringankan
tugas Sekretaris I. Adapun rincian tugas Sekretaris II, sebagai berikut:
a.
Membantu
meringankan tugas Sekretaris I.
b. Menggantikan Sekretaris I jika berhalangan hadir.
c.
Bersama Sekretaris
I membantu Ketua OSIS dalam menyusun program dan melaksanakannya.
d. Bertanggung jawab terhadap Sekretaris I.
5.
Bendahara
I
Dalam
struktur organisasi OSIS, Bendahara I berfungsi sebagai pendamping Ketua OSIS
dalam administrasi anggaran organisasi. Adapun
rincian tugas Bendahara I, sebagai berikut:
a.
Bertanggung
jawab dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan, inventaris serta
perbendaharaan organisasi.
b. Bersama Ketua OSIS menyusun anggaran belanja
organisasi dalam melaksanakan program OSIS.
c.
Membuat
tanda bukti kuitansi setiap pemasukan/pengeluaran keuangan untuk laporan
pertanggungjawaban.
d. Menyampaikan laporan keuangan secara berkala.
e.
Bertanggung
jawab pada Ketua OSIS.
6.
Bendahara
II
Dalam
struktur organisasi OSIS, Bendahara II berfungsi sebagai yang meringankan tugas
Bendahara I. Adapun rincian tugas Bendahara II, sebagai berikut:
a.
Membantu
meringankan tugas Bendahara I.
b. Menggantikan Bendahara I jika berhalangan hadir.
c.
Bersama
Bendahara I membantu Ketua OSIS dalam menyusun anggaran organisasi. Bertanggung
jawab pada Bendahara I.
Di SMA Ya BAKII 1 Kesugihan Cilacap ,
OSIS memiliki struktur keorganisasian yang mengikuti standar di seluruh
Indonesia. Berikut adalah struktur
birokrasi yang diterapkan pada OSIS SMA Ya BAKII 1 Kesugihan Cilacap :
1.
Ketua Seksi Bidang (Sekbid)
Dalam struktur organisasi OSIS, Ketua Sekbid berfungsi
sebagai mengkoordinasi setiap anggota sekbidnya serta ekstrakurikuler yang
bernaung di bawahnya. Adapun rincian tugas Ketua Sekbid, sebagai berikut:
a.
Bertanggung jawab atas bidangnya.
b.
Melaksanakan program kerja yang sudah disusun.
c.
Memimpin rapat bidang. Menetapkan kebijaksanaan
bidang dan mengambil keputusan dari musyawarah mufakat.
d.
Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban
pelaksanaan kegiatan dari bidangnya melalui Wakil Ketua.
e.
Bertanggung jawab kepada Wakil Ketua OSIS.
Bidang dalam Sekbid
OSIS umumnya ditetapkan menjadi 10 Sekbid. Berikut penjelasannya:
1.
Seksi Pembinaan Keimanan dan Ketakwaan Terhadap
Tuhan yang Maha Esa
Seksi ini akan bertugas membina kegiatan keagamaan di
sekolah, termasuk hari-hari besar, lomba keagamaan, hingga toleransi antar umat
beragama.
2.
Seksi Pembinaan Budi Pekerti Luhur atau Akhlak Mulia
Seksi
Pembinaan Budi Pekerti Luhur atau Akhlak Mulia bertanggung jawab menjaga
ketertiban dan ketertiban sekolah agar siswa dan warga sekolah saling
menghormati satu sama lain.
3.
Seksi Pembinaan Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan, dan Bela
Negara Selanjutnya,
Seksi
ini bertugas melaksanakan upacara bendera setiap Senin atau hari-hari besar,
menjaga nilai budi luhur negara, serta melakukan pertukaran siswa antar-daerah
dan antar-negara.
4.
Seksi Pembinaan
Prestasi Akademik, Seni, dan/atau Olahraga Sesuai Bakat dan Minat Seksi
Pembinaan Minat dan Bakat akan bertanggung jawab mengadakan kegiatan sesuai
dengan minat dan bakat siswa, baik akademik, seni, maupun olahraga.
5.
Seksi Pembinaan Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Pendidikan
Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan, dan Toleransi Sosial dalam Konteks
Masyarakat Plural
Untuk Seksi ini, ia bertugas mengadakan kegiatan kaderisasi dan orientasi
bagi pengurus OSIS atau siswa baru.
6.
Seksi Pembinaan Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan
Seksi
Pembinaan Kreativitas, Keterampilan dan Kewirausahaan bertanggung jawab
meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa dalam bidang
kewirausahaan. Seksi ini akan
ditempatkan untuk mengembangkan koperasi siswa serta kegiatan kewirausahaan
siswa.
7.
Seksi Pembinaan Kualitas Jasmani, Kesehatan, dan Gizi Berbasis
Sumber Gizi yang Terdiversifikasi
Seksi ini bertugas dalam meningkatkan perilaku hidup sehat pada siswa. Selain itu ia juga bertanggung jawab dalam pengamanan jajan di
sekolah.
8.
Seksi Pembinaan Sastra
dan Budaya
Seksi
Pembinaan Sastra dan Budaya bertanggung jawab mengembangkan wawasan dan
keterampilan siswa di bidang sastra melalui lomba atau kegiatan lainnya.
9.
Seksi Pembinaan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK)
Seksi Pembinaan TIK nantinya akan mengembangkan pemanfaatan TIK di sekolah
untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran atau sebagai wahana kreativitas dan
inovasi siswa.
10. Seksi
Pembinaan Komunikasi dalam Bahasa Inggris
Seksi Pembinaan Komunikasi dalam bahasa Inggris. Seksi ini adalah seksi
yang akan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa di sekolah. Kegiatan yang bisa
diadakan oleh seksi ini antara lain lomba debat, menulis, pidato, atau kegiatan
English Day.
D.
SEKSI BIDANG :
Berikut adalah
rincian dari struktur keorganisasian Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Ya
BAKII 1 Kesugihan Cilacap
1.
Pembinaan
Keimanan ,Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Budi Pekerti Luhur
2. Pembinaan Kepribadian Unggul, Wawasan
Kebangsaan, dan Bela Negara
3. Pembinaan Prestasi Akademik, Seni,
dan/atau Olahraga Sesuai Bakat dan Minat
4. Pembinaan Demokrasi, Hak Asasi Manusia,
Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup,
Kepekaan, dan Toleransi Sosial dalam Konteks Masyarakat Plural
5. Pembinaan Kreativitas, Keterampilan dan
Kewirausahaan
6. Pembinaan Kualitas Jasmani, Kesehatan, dan
Gizi Berbasis Sumber Gizi yang Terdiversifikasi
7. Pembinaan Sastra dan Budaya
8.
Pembinaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
9. Pembinaan Komunikasi dalam Bahasa
E. FUNGSI
Salah satu ciri
pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi.Demikian pula OSIS
sebagai suatu organisasi memiliki pula beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.
Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan,fungsi OSIS adalah :
1. Sebagai Wadah Organisasi Siswa Intra
Sekolah merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama
dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya pembinaan
kesiswaan.
2. Sebagai Motivator Motivator adalah
perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk
berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.
3. Sebagai Preventif Apabila fungsi yang
bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya
yang ada dan secara eksternal OSIS mampu beradaptasi dengan lingkungan, seperti
menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya.Dengan
demikian secara preventif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman
dari luar maupun dari dalam sekolah. Fungsi preventif OSIS akan terwujud
apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan
BAB
III
PENUTUPAN
Demikian pemaparan
kami mengenai Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Ya BAKII 1 Kesugihan
Cilacap dan kepengurusannya di periode
2023/2024.Kami harap agar Bapak dan Ibu dapat memahami dan mendukung pengurus
OSIS SMA Ya BAKII 1 Kesugihan Cilacap dalam melaksanakan tugas kami.Adapun
rincian program kerja yang telah kami rancang telah kami lampirkan bersama
program OSIS ini
LEMBAR PENGESAHAN
PROGRAM KERJA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
PERIODE
2023-2024
Kesugihan, 15 Oktober 2026
|
Ketua Osis |
|
Sekretaris |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Menyetujui,
|
|
Mengetahui, |
|
Kepala
sekolah SMA
Ya BAKII 1 kesugihan |
|
Waka Kesiswaan |
|
|
|
|
|
Moh.Hasbulloh
Maulana,S.Pd.I |
|
Imam mahdi, S.Pd |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar